Minggu, 05 November 2017

Analisis SWOT Koperasi di Indonesia



tugas 4

Koperasi adalah badan usaha bersama yang mempunyai anggota yang setiap anggota memiliki tugas dan tanggung jawab masing masing dimana setiap anggota mempunyai hak suara yang sama dalam setiap keputusan yang akan diambil. Koperasi sangat berpengaruh dalam pertumbuhan perekonomian Indonesia. Koperasi di Indonesia saat ini sudah berjalan dengan baik namun masih belum sesuai dengan yang diharapkan dan masih banyak hal dalam koperasi yang harus dibenahi lagi. Penyebab koperasi masih jauh dari yang kita harapkan salah satunya adalah kurang diminatinya koperasi di masyarakat. Hal ini dikarenakan koperasi dipandang hanya sebagai lembaga saja, bukan sebagai perekonomian. Kita sebagai masyarakat harus ikut berpartisipasi untuk memajukan perekonomian Indonesia kita dapat memajukan koperasi dengan cara membangun koperasi yang lebih baik agar diminati oleh masyarakat. Kemudian diperlukan analisis SWOT untuk mengevaluasi koperasi saat ini sehingga ada gambaran kondisi koperasi saat ini. Segala bidang usaha dalam organisasi maupun perusahaan sangat diperlukan analisis SWOT.

SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. SWOT digunakan untuk menggambarkan kondisi suatu bisnis pada saat tertentu.

·         Strengths (Kekuatan)
Adalah analisis kekuatan yang menggambarkan situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan suatu perusahaan ataupun organisasi pada saat tertent. Yang harus dilakukan dalam analisis ini adalah setiap perusahaan ataupun organisasi perlu menilai kekuatan – kekuatan dan kelemahan dibandingkan dengan para pesaingnya (perusahaan atau organisasi lainnya).

·         Weaknesses (Kelemahan)
Adalah analisis kelemahan, situasi ataupun kondisi yang merupakan kelemahan dari dari suatu organisasi atau perusahaan pada saat ini. Merupakan cara menganalisis kelemahan di dalam sebuah perusahaan ataupun organisasi yang menjadi kendala yang serius dalam kemajuan suatu perusahaan atau organisasi.

·         Opportunity (Kesempatan)
Adalah analisis peluang situasi ataupun kondisi yang merupakan peluang diluar suatu organisasi atau perusahaan dan memberikan peluang berkembang bagi organisasi di masa depan. Cara ini adalah untuk mencari peluang ataupun terobosan yang memungkinkan suatu perusahaan ataupun organisasi bisa berkembang di masa depan atau di masa yang akan dating.

·         Threats (Ancaman)
Adalah analisis ancaman cara mengalanisis tantangan atau ancaman yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan ataupun organisasi untuk menghadapi berbagai macam factor lingkungan yang tidak menguntungkan untuk suatu perusahaan atau organisasi yang menyebabkan kemunduran. Jika tidak segera diatasi, ancaman tersebut akan menjadi penghalang bagi suatu usaha yang bersangkutan baik dimasa sekarang maupun dimasa yang akan dating.

Analisis SWOT koperasi di Indonesia sebagai berikut:
·         Strengths (Kekuatan) >> beberapa kekuatan koperasi yaitu telah memiliki badan hukum, kepengurusan secara demokratis, keanggotaan yang terbuka dan sukarela, biaya rendah, resiko kekurangan pelanggan cukup kecil, dan banyaknya unit usaha yang dikelola.
·         Weaknesses (Kelemahan) >> beberapa kelemahan koperasi di Indonesia yaitu lemahmya struktur permodalan koperasi, lemahnya dalam pengelolaan / manajemen usaha, kurangnya pengalaman usaha, kurangnya pengetahuan bisnis para pengelola koperasi, tingkat kemampuan dan profesionalisme SDM (sumber daya manusia) koperasi belum memadai, kurangnya pengetahuan dan keterampilan teknis dalam bidang usaha yang dilakukan, pengelola yang kurang inovatif, sulit menentukan bisnis inti, kurangnya dalam penguasaan teknologi atau pemanfaatan teknologi dalam koperasi karena sekarang teknologi sudah berkembang pesat dan koperasi harus dapat memanfaatkan hal tersebut untuk kemajuan usaha bersama, kurangnya kesadaran anggota akan hak dan kewajibannya (partisipasi anggota rendah) seperti yang kita ketahui kebanyakan anggota koperasi di Indonesia tidak perduli pada perkembangan koperasi dan yang mengurus hanya beberapa orang saja.
·         Opportunity (Kesempatan) >> beberapa kesempatan atau peluang koperasi di Indonesia yaitu adanya aspek pemerataan yang diprioritaskan oleh pemerintah, kemauan politik yang kuat dari pemerintah dan berkembangnya tuntutan masyarakat untuk lebih membangun koperasi, Undang – Undang nomor 25 tahun 1992 memungkinkan konsolidasi koperasi primer ke dalam koperasi sekunder, kondisi ekonomi cukup mendukung eksistensi koperasi, perekonomian dunia semakin terbuka mengakibatkan semakin terbukanya pasar internasional bagi hasil koperasi Indonesia, industrialisasi membuka peluang usaha di bidang agrobisnis, agroindustry, dan industry pedesaan lainnya, kemudian adanya peluang pasar bagi komoditas yang dihasilkan koperasi, adanya investor yang ingin bekerjasama dengan koperasi, potensi daerah yang mendukung dalam pelaksanaan kegiatan koperasi, dukungan kebijakan dari pemerintah, Undang – Undang nomor 12 tahun 1992 tentang system budaya tanaman mendorong diversifikasi usaha koperasi, dan yang terakhir adalah daya beli masyarakat tinggi.
·         Threats (Ancaman) >> beberapa ancaman dalam koperasi Indonesia yaitu persaingan usaha yang semakin ketat seperti kita ketahui sekarang sudah banyak orang yang mendirikan usaha yang lebih menarik sehingga koperasi harus mengikuti perkembangan zaman dan tidak tertinggal dengan usaha - usaha lainnya, kemudian peranan IPTEK yang semakin meningkat seperti yang saya suadah singgung sebelumnya iptek di Indonesia sudah sangat berkembang pesat sehingga koperasi perlu pemanfaatan iptek, lalu masih kurangnya kepercayaan untuk saling bekerjasama dengan pelaku ekonomi lain dan antar koperasi, terbatasnya penyebaran dan penyediaan teknologi secara nasional bagi koperasi, kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang koperasi serta kurangnya kepedulian dan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi, pasar bebas, kurang memadainya prasarana dan sarana yang tersedia di wilayah tertentu misalnya lembaga keuangan, produksi dan pemasaran, selanjutnya kurang efektifnya koordinasi dan sinkronisasi dalam pelaksanaan program pembinaan koperasi antar sector dan antar daerah, presepsi yang berbeda dari aparat pembina  koperasi, lingkungan usaha yang tidak kondusif, anggapan masyarakat yang masih negative terhadap koperasi, tariff harga yang ditetapkan pemerintah, dan yang terakhir adalah menurunnya daya beli masyarakat.
Kita perlu memperatikan kondisi koperasi di Indonesia saat ini dengan analisis SWOT sehingga kita dapat mengetahui koperasi saat ini berada di posisi yang mana dan kita dapat memperkirakan sejauh mana koperasi Indonesia harus lebih di kembangkan agar tidak tertinggal dengan usaha – usaha lainnya.