tugas 4
Koperasi adalah badan usaha
bersama yang mempunyai anggota yang setiap anggota memiliki tugas dan tanggung
jawab masing masing dimana setiap anggota mempunyai hak suara yang sama dalam
setiap keputusan yang akan diambil. Koperasi sangat berpengaruh dalam
pertumbuhan perekonomian Indonesia. Koperasi di Indonesia saat ini sudah
berjalan dengan baik namun masih belum sesuai dengan yang diharapkan dan masih
banyak hal dalam koperasi yang harus dibenahi lagi. Penyebab koperasi masih
jauh dari yang kita harapkan salah satunya adalah kurang diminatinya koperasi
di masyarakat. Hal ini dikarenakan koperasi dipandang hanya sebagai lembaga
saja, bukan sebagai perekonomian. Kita sebagai masyarakat harus ikut
berpartisipasi untuk memajukan perekonomian Indonesia kita dapat memajukan
koperasi dengan cara membangun koperasi yang lebih baik agar diminati oleh
masyarakat. Kemudian diperlukan analisis SWOT untuk mengevaluasi koperasi saat
ini sehingga ada gambaran kondisi koperasi saat ini. Segala bidang usaha dalam
organisasi maupun perusahaan sangat diperlukan analisis SWOT.
SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan
untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang
(opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi
bisnis. SWOT digunakan untuk menggambarkan kondisi suatu bisnis pada saat
tertentu.
·
Strengths
(Kekuatan)
Adalah
analisis kekuatan yang menggambarkan situasi atau kondisi yang merupakan
kekuatan suatu perusahaan ataupun organisasi pada saat tertent. Yang harus
dilakukan dalam analisis ini adalah setiap perusahaan ataupun organisasi perlu
menilai kekuatan – kekuatan dan kelemahan dibandingkan dengan para pesaingnya
(perusahaan atau organisasi lainnya).
·
Weaknesses
(Kelemahan)
Adalah
analisis kelemahan, situasi ataupun kondisi yang merupakan kelemahan dari dari
suatu organisasi atau perusahaan pada saat ini. Merupakan cara menganalisis kelemahan
di dalam sebuah perusahaan ataupun organisasi yang menjadi kendala yang serius
dalam kemajuan suatu perusahaan atau organisasi.
·
Opportunity (Kesempatan)
Adalah
analisis peluang situasi ataupun kondisi yang merupakan peluang diluar suatu organisasi
atau perusahaan dan memberikan peluang berkembang bagi organisasi di masa
depan. Cara ini adalah untuk mencari peluang ataupun terobosan yang
memungkinkan suatu perusahaan ataupun organisasi bisa berkembang di masa depan
atau di masa yang akan dating.
·
Threats (Ancaman)
Adalah
analisis ancaman cara mengalanisis tantangan atau ancaman yang harus dihadapi
oleh suatu perusahaan ataupun organisasi untuk menghadapi berbagai macam factor
lingkungan yang tidak menguntungkan untuk suatu perusahaan atau organisasi yang
menyebabkan kemunduran. Jika tidak segera diatasi, ancaman tersebut akan
menjadi penghalang bagi suatu usaha yang bersangkutan baik dimasa sekarang
maupun dimasa yang akan dating.
Analisis SWOT
koperasi di Indonesia sebagai berikut:
·
Strengths
(Kekuatan) >> beberapa kekuatan koperasi yaitu telah memiliki badan
hukum, kepengurusan secara demokratis, keanggotaan yang terbuka dan sukarela,
biaya rendah, resiko kekurangan pelanggan cukup kecil, dan banyaknya unit usaha
yang dikelola.
·
Weaknesses
(Kelemahan) >> beberapa kelemahan koperasi di Indonesia yaitu lemahmya
struktur permodalan koperasi, lemahnya dalam pengelolaan / manajemen usaha,
kurangnya pengalaman usaha, kurangnya pengetahuan bisnis para pengelola
koperasi, tingkat kemampuan dan profesionalisme SDM (sumber daya manusia)
koperasi belum memadai, kurangnya pengetahuan dan keterampilan teknis dalam
bidang usaha yang dilakukan, pengelola yang kurang inovatif, sulit menentukan
bisnis inti, kurangnya dalam penguasaan teknologi atau pemanfaatan teknologi
dalam koperasi karena sekarang teknologi sudah berkembang pesat dan koperasi
harus dapat memanfaatkan hal tersebut untuk kemajuan usaha bersama, kurangnya
kesadaran anggota akan hak dan kewajibannya (partisipasi anggota rendah)
seperti yang kita ketahui kebanyakan anggota koperasi di Indonesia tidak
perduli pada perkembangan koperasi dan yang mengurus hanya beberapa orang saja.
·
Opportunity (Kesempatan)
>> beberapa kesempatan atau peluang koperasi di Indonesia yaitu adanya
aspek pemerataan yang diprioritaskan oleh pemerintah, kemauan politik yang kuat
dari pemerintah dan berkembangnya tuntutan masyarakat untuk lebih membangun
koperasi, Undang – Undang nomor 25 tahun 1992 memungkinkan konsolidasi koperasi
primer ke dalam koperasi sekunder, kondisi ekonomi cukup mendukung eksistensi
koperasi, perekonomian dunia semakin terbuka mengakibatkan semakin terbukanya
pasar internasional bagi hasil koperasi Indonesia, industrialisasi membuka
peluang usaha di bidang agrobisnis, agroindustry, dan industry pedesaan
lainnya, kemudian adanya peluang pasar bagi komoditas yang dihasilkan koperasi,
adanya investor yang ingin bekerjasama dengan koperasi, potensi daerah yang
mendukung dalam pelaksanaan kegiatan koperasi, dukungan kebijakan dari
pemerintah, Undang – Undang nomor 12 tahun 1992 tentang system budaya tanaman
mendorong diversifikasi usaha koperasi, dan yang terakhir adalah daya beli
masyarakat tinggi.
·
Threats (Ancaman)
>> beberapa ancaman dalam koperasi Indonesia yaitu persaingan usaha yang
semakin ketat seperti kita ketahui sekarang sudah banyak orang yang mendirikan
usaha yang lebih menarik sehingga koperasi harus mengikuti perkembangan zaman
dan tidak tertinggal dengan usaha - usaha lainnya, kemudian peranan IPTEK yang
semakin meningkat seperti yang saya suadah singgung sebelumnya iptek di Indonesia
sudah sangat berkembang pesat sehingga koperasi perlu pemanfaatan iptek, lalu
masih kurangnya kepercayaan untuk saling bekerjasama dengan pelaku ekonomi lain
dan antar koperasi, terbatasnya penyebaran dan penyediaan teknologi secara
nasional bagi koperasi, kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang
koperasi serta kurangnya kepedulian dan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi,
pasar bebas, kurang memadainya prasarana dan sarana yang tersedia di wilayah
tertentu misalnya lembaga keuangan, produksi dan pemasaran, selanjutnya kurang
efektifnya koordinasi dan sinkronisasi dalam pelaksanaan program pembinaan
koperasi antar sector dan antar daerah, presepsi yang berbeda dari aparat pembina
koperasi, lingkungan usaha yang tidak
kondusif, anggapan masyarakat yang masih negative terhadap koperasi, tariff harga
yang ditetapkan pemerintah, dan yang terakhir adalah menurunnya daya beli
masyarakat.
Kita perlu
memperatikan kondisi koperasi di Indonesia saat ini dengan analisis SWOT
sehingga kita dapat mengetahui koperasi saat ini berada di posisi yang mana dan
kita dapat memperkirakan sejauh mana koperasi Indonesia harus lebih di
kembangkan agar tidak tertinggal dengan usaha – usaha lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar