Saat
ini semakin banyak orang yang kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan. Dalam melamar
pekerjaan terdapat beberapa tahapan yang harus dilewati dan kriteria-kriteria
yang harus dipenuhi, salah satu tahapan pencarian kerja adalah wawancara. Wawancara
kerja sangat menentukan hasil
seleksi karena penilai tersebut dapat melihat kepribadian
dan cara seseorang mempresentasikan dirinya, untuk dinilai apakah pantas atau
tidak bergabung dalam sebuah perusahaan. Dalam melakukan wawancara kerja
diperlukan persiapan yang matang dan pencari kerja perlu menunjukkan attitude
yang baik. Berbicaralah dengan penggunaan bahasa yang baik dan formal ketika
melakukan wawancara kerja baik offline maupun online. Para pelamar kerja harus
mengetahui bidang usaha yang dijalani sebuah perusahaan dan sesuai dengan
keterampilan yang dimiliki. Ketenangan dan kemampuan menjawab
pertanyaan-pertanyaan saat interview pastinya berkembang menjadi semakin baik
seiring waktu dan bertambahnya pengalaman. Dibawah ini akan dibahas bagaimana
persiapan yang harus Anda lakukan untuk wawancara kerja.
A. Wawancara
Offline
1. Jadilah diri sendiri. Mengungkapkan
kepribadian merupakan hal bermanfaat saat menjalani wawancara. Langkah ini
membantu pewawancara mengenal Anda secara lebih mendetail. Manfaatkan
kesempatan ini untuk menyampaikan interes dan keterampilan profesional dengan
antusias.
a.
Berbicaralah dengan sikap yang profesional
saat membahas hal-hal yang bersifat personal.
b.
Jangan berbicara terlalu mendetail sampai
lebih dari 1 menit saat bercerita tentang diri sendiri.
2. Bahaslah isu personal hanya
yang berkaitan dengan pekerjaan. Saat
mendiskusikan isu personal, kaitkan dengan keterampilan yang ada relevansinya
dengan pekerjaan yang Anda inginkan. Dengan demikian, Anda berkesempatan
mengekspresikan kepribadian sekaligus menjelaskan keterampilan dan pengalaman
yang dimiliki. Sebagai contoh, sampaikan bahwa Anda belajar
bahasa atau alat musik secara autodidak untuk memberikan gambaran bahwa Anda
mampu mempelajari keterampilan dan teknik baru. Untuk menegaskan bahwa Anda
memiliki kepemimpinan, ceritakan pengalaman menyelenggarakan kegiatan komunitas.
3. Pastikan Anda bertingkah
laku, berbicara, dan berbusana selayaknya karyawan profesional. Selama wawancara berlangsung, tunjukkan profesionalisme
melalui tindakan, ucapan, dan busana yang Anda kenakan. Berikan kesan pertama
yang positif dengan menampilkan diri sebagai pelamar yang kompeten dan
bersungguh-sungguh. Mengenakan busana sesuai pekerjaan yang diinginkan
merupakan syarat mutlak supaya Anda sukses menjalani wawancara kerja.
a. Kenakan
busana yang sesuai untuk wawancara kerja. Untuk mencari tahu busana yang
harus dikenakan saat wawancara, mintalah informasi dari personel perusahaan
yang menghubungi Anda.
b. Pria harus mengenakan kemeja berkerah dan
celana panjang. Wanita boleh mengenakan kemeja atau blus dan rok bawah selutut
atau lebih panjang.
c. Selama wawancara, jangan menggunakan dialek
tertentu atau ucapan sehari-hari. Berbicara seperti sedang mengobrol dengan
teman atau anggota keluarga terkesan terlalu santai untuk wawancara kerja.
d. Alih-alih mengucapkan "mmm" atau
"êêê" untuk mengisi jeda saat berpikir, lebih baik Anda diam sejenak.
4. Tunjukkan bahwa Anda
memiliki keterampilan yang dibutuhkan oleh calon pemberi kerja. Saat diwawancarai, sampaikan bahwa Anda memiliki
keterampilan dan bakat sesuai kualifikasi yang dibutuhkan. Pada umumnya,
pemberi kerja membutuhkan keterampilan yang sama untuk posisi tertentu.
Manfaatkan lis keterampilan berikut sebagai bahan diskusi saat menjalani
wawancara:
a. Kemampuan
berkomunikasi. Hal ini bisa ditunjukkan selama wawancara berlangsung.
b.
Mengetahui informasi tentang perusahaan.
Carilah informasi tentang perusahaan lalu
siapkan beberapa topik bahasan atau pertanyaan untuk diajukan kepada
pewawancara.
c. Keterampilan dan kompetensi dalam
memanfaatkan teknologi. Jangan ragu menjelaskan kemampuan menggunakan teknologi
saat bekerja, misalnya program Word atau program yang lain.
d. Kemampuan mengelola sumber daya. Sampaikan
pengalaman kerja yang mengungkapkan bahwa Anda mampu menyusun anggaran keuangan
dan menerapkannya dengan baik.
e. Kemampuan beradaptasi dengan kondisi yang
baru. Ungkapkan keberhasilan Anda menghadapi perubahan pernah yang terjadi
selama Anda berkarier.
f. Kemampuan memimpin. Jelaskan bahwa Anda
berpengalaman sebagai pemimpin dengan menyampaikan apa yang Anda lakukan dan
pembelajaran yang Anda dapatkan dari pengalaman tersebut.
5. Perhatikan bahasa tubuh
Anda. Wawancara kerja lebih banyak
menggunakan komunikasi verbal, tetapi informasi bisa disampaikan melalui bahasa
nonverbal. Untuk memberikan kesan yang baik selama wawancara, waspadalah saat
melakukan komunikasi nonverbal.
a. Tunjukkan kepercayaan diri dan bersikaplah tenang.
b. Jangan
menguap atau terkesan tidak fokus.
c. Lakukan kontak mata dan tersenyumlah di
saat yang tepat untuk menunjukkan sikap yang positif.
d. Jangan
lupa bernapas. Menahan napas atau bernapas tersengal-sengal membuat Anda
terkesan kurang percaya diri.
6. Bersikaplah positif. Saat mendiskusikan topik tertentu atau menjawab
pertanyaan, pastikan Anda selalu memberikan tanggapan yang terfokus pada aspek
positif. Untuk meningkatkan peluang diterima bekerja, jalani wawancara dengan
berfokus pada hal-hal terbaik yang Anda miliki dan ketahui.
a.
Jika pewawancara mengajukan pertanyaan atau
membahas isu yang negatif, tanggapi dengan membicarakan isu tersebut dari aspek
yang positif.
b. Salah satu cara bersikap positif adalah
membicarakan kegagalan sebagai kesempatan belajar.
c. Alih-alih mengeluh saat membicarakan masalah,
jelaskan bahwa Anda memanfaatkan kondisi tersebut untuk mengembangkan diri.
d. Saat membahas tujuan yang tidak tercapai,
gunakan kesempatan ini untuk menunjukkan bahwa Anda mampu menyesuaikan diri dan
apa yang Anda lakukan ketika terjadi perubahan.
7. Dengarkan pewawancara dengan
penuh perhatian. Simak baik-baik semua
yang pewawancara ucapkan supaya Anda bisa menjawab pertanyaan dengan benar dan
lugas. Jika diperlukan, Anda siap mengajukan pertanyaan kepada pewawancara
dengan mengingat hal-hal mendetail selama percakapan berlangsung.
a. Mendengar
dengan penuh perhatian membantu Anda menyimak hal-hal
mendetail sehingga tidak ada yang terlewatkan.
b. Jangan sibuk memikirkan tanggapan yang ingin
diberikan sewaktu pewawancara berbicara. Tunggulah sampai ia selesai berbicara.
B. Wawancara
Online
1.
Perhatikan Koneksi Internet dan Siapkan Alat Pendukungnya
2.
Tetap Mengenakan Pakaian
Formal
Walapun melakukan interview secara online, Anda tetap harus
mengenakan pakaian formal. Jangan
lupa pula untuk mengecek terlebih dhaulu apakah pakaian tersebut rapih atau
tidak. Jika kurang rapih Anda bisa menyetrikannya terlebih dahulu. Secara teknis, pihak
mewancara hanya akan melihat setengah badan saja atau bisa pula hanya fokus
pada jawaban yang dilontarkan.
3.
Siapkan
Tempat yang Memadai
Proses menyiapkan tempat ini dimaksudkan agar ketika terjadi
wawancara tidak ada gangguan dari suara-suara yang seharusnya atau dari
orang-orang yang akan menganggu proses tersebut.
4.
Atur
Pencahayaan dengan Tepat
Anda harus bisa mengatur backlight yang dimaksud. Jangan
sampai wajah Anda terlihat gelap dan pihak pewawancara tidak bisa melihat
dengan jelas.
5.
Melihat
ke Arah Kamera Bukan Monitor
6.
Menampilkan Wajah yang
Segar
7.
Buat Rencana Lain Ketika
Koneksi Internet Terputus
8.
Fokus Pada Interview,
Tidak Membuka Halaman Website Lain
9.
Gunakan
kata sapaan (bapak atau Ibu , serta di ikuti nama panggilan atau nama
belakang.) Gunakan nama panggilan atau nama sapaan lain jika pewawancara yang
meminta.
10. Berusahalan untuk memberikan jawaban singkat
dan jelas.
11. Di akhir percakapan, setelah ucapan terima
kasih kepada pewawancara, tanyakan apakah mungkin bertemu langsung dengan
pewawancara atau orang lain.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar